16 Januari 2009

MASALAH!!!!

Selama kita hidup, sebagai manusia pasti kita akan di hadang oleh berbagai masalah, karena itulah sebuah hakekat hidup. Coba anda cari kesekitar kita, kita bisa tanyakan kepada semua sahabat kita, adakah dari mereka yang tidak mempunyai masalah...? kemungkinan jawabannya adalah tidak, tetapi setiap orang memiliki permasalahan yang tidak sama. Jadi ketika kita masih menghembuskan nafas jangan pernah berharap kita tidak akan mempunyai masalah, karena hidup itu akan berjalan dari masalah satu ke masalah lainnya.

... Setiap orang pasti punya masalah. Setiap hari kita pasti berhadapan dengan masalah. Kita berurusan dengan masalah. Kita mendapat masalah. Kita membuat masalah. Kita bahkan bisa jadi sumber masalah. Masalah terbesar adalah kalau kita tidak tahu bahwa masalah kita adalah kita merasa tidak punya masalah. Kalau kita bisa berfikir positif sebenernya masalah adalah suatu yang baik dan memenang kita perlukan, kok masalah di perlukan tidak salah uh, kan lebih baik kita 
menghindari masalah, kenapa kita malah memerlukan masalah.
sebenarnya adalah hal yang sangat positif. Mari kita bahas terlebih dahulu makna di balik kata "masalah". Masalah dalam bahasa yunani proballein, yang bila ditelusuri lebih jauh mengandung makna yang sangat positif.pro berarti maju. Sedangkan ballein berarti bergerak berarti masalah artinya adalah bergerak maju. jadi sebenarnya masalah adalah sebuah kesempatan untuk maju dan berkembang.

Masalah sebenarnya adalah suatu hal yang menunjukkan adanya suatu penyebab atau akar masalah. Justru dengan seringnya seseorang berjumpa dengan masalah, dan orang tersebut dapat mengambil setiap hikmah dari masalahah ia akan berkembang dan bisa lebih maju, coba renungkan jika kita mencari pekerjaan biasanya HRD akan mencari orang yang berpengalaman.

Kenapa berpengalaman, karena maksud dari kata pengalaman, adalah orang yang telah melewati berbagai macam masalah, dan berhasil menghadapainya, dan banyak orang yang menjadi tangguh, luar biasa atau pun hebat ketika dia berhasil mengatasi atau menyelesaikan suatu masalah, maka orang yang telah berhasil menyelesaikan masalah orang ini akan disebut mempunyai pengalaman, dan orang yang mempunyai pengalaman akan bernilai jual tinggi. atau anda akan senang untuk berdiskusi dengan seorang yang bijak bukan, bagai mana orang tersebut bisa menjadi bijak, kerena dia bisa mengatasi dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada, Orang bisa jadi bijak karena dia berhasil mengatasi masalahnya, orang bijak sangat di hormati orang, jadi orang yang mempunyai masalah berpotensi untuk jadi orang yang di hormati.

Jika kita mau bersikap jujur dan jeli dalam mengamati maka seringkali masalah yang kita alami sifatnya "mengulang" masalah sebelumnya. Ada kemiripan atau kesamaan. Bentuk masalahnya bisa berbeda namun polanya sama. Masalah yang kita hadapi sebenarnya menunjukkan "level" kita. Siapa diri kita sebanding dengan masalah yang kita hadapi. Bukankah ada tertulis bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita untuk mengatasinya? Dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya bukan.

kita harus akrab dengan masalah, karena itu akan membuat kita lebih kuat dan bertahan. Masalah juga salah satu jenis dari sesuatu yang bisa memotivasi kita. Masalah juga bisa diartikan sebagai ujian. Kita sadar kenyataan bahwa emas yang indah berawal dari gumpalan batu yang dipukul, dibelah, dipanaskan, ditempa. Lalu santan putih bersih yang berasal dari kelapa yang dijatuhkan, dijambak, dibelah, diparut, diremas. Itu ujian, itu masalah.

Masalah sebenarnya guru sejati yang seringkali kita abaikan. Kebanyakan orang mengalami masalah yang serupa atau berulang karena mereka tidak belajar dari masalah yang pernah mereka alami. contoh kongkrit seperti waktu kita sekolah, jika kita tidak belajar kita tidak akan naik kelas, dan seperti ibarat anak sekolah, orang yang tidak bisa menghadapi masalah tidak akan menjadi lebih baik dan naik level, oleh karena itu maka akan saya sambut masalah dengan hangat.

Beberapa hikmah dari masalah menurut saya adalah

1.Masalah menguatkan kita
2.masalah adalah pembelajaran
3.Masalah adalah sebuah kesempatan
4.Masalah Membuat kita lebih baik


Sebenarnya tanpa terasa kita telah melalui banyak masalah, dan kita sudah mampu melaluinya. Tanpa terasa berat-ringannya masalah yang lalu semakin tak terasa, karena kita sudah melaluinya, atau malah mungkin lupa. Kita tanpa terasa sudah banyak belajar mengatasi banyak masalah, tapi kita banyak yang tidak ingat itu semua. Kita pernah bingung dan stres dibuatnya, tapi kenyataannya kita dapat melaluinya. Atau malah mungkin sudah lupa terhadapnya.

Tak satupun manusia jika ditanya menginginkan sebuah masalah terjadi didepan matanya. Semua pasti menginginkan yang indah dan kehidupan yang normal-normal saja. Tapi manusia hidup tak luput dari permasalahan. Bukan masalah yang harus diperdebatkan secara berkepanjangan, tetapi yang paling penting adalah apa yang kita lakukan terhadap masalah yang dialami. semoga anda selalu siap dan berhasil dalam setiap menyelesaikan masalah, Saya siap menghadapi masalah, karena itulah sebuah kesempatan untuk membuat saya lebih baik.

" Masalah tidak untuk dihindari tetapi untuk diselesaikan "

"semakin banyak masalah yang anda bisa selesaika, semakin tinggi nilai diri anda"

www.vascoruseimy.blogspot.com

TAN MALAKA (1897-1949)


GERILYAWAN REVOLUSIONER YANG LEGENDARIS

Tan Malaka –lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka—menurut keturunannya ia termasuk suku bangsa Minangkabau. Pada tanggal 2 Juni 1897 di desa Pandan Gadang –Sumatra Barat—Tan Malaka dilahirkan. Ia termasuk salah seorang tokoh bangsa yang sangat luar biasa, bahkan dapat dikatakan sejajar dengan tokoh-tokoh nasional yang membawa bangsa Indonesia sampai saat kemerdekaan seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Moh.Yamin dan lain-lain.

... Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini telah banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang orisinil, berbobot dan brilian hingga berperan besar dalam sejarah perjaungan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia mendapat julukan tokoh revolusioner yang legendaris.

Pada tahun 1921 Tan Malaka telah terjun ke dalam gelanggang politik. Dengan semangat yang berkobar dari sebuah gubuk miskin, Tan Malaka banyak mengumpulkan pemuda-pemuda komunis. Pemuda cerdas ini banyak juga berdiskusi dengan Semaun (wakil ISDV) mengenai pergerakan revolusioner dalam pemerintahan Hindia Belanda. Selain itu juga merencanakan suatu pengorganisasian dalam bentuk pendidikan bagi anggota-anggota PKI dan SI (Syarekat Islam) untuk menyusun suatu sistem tentang kursus-kursus kader serta ajaran-ajaran komunis, gerakan-gerakan aksi komunis, keahlian berbicara, jurnalistik dan keahlian memimpin rakyat. Namun pemerintahan Belanda melarang pembentukan kursus-kursus semacam itu sehingga mengambil tindakan tegas bagi pesertanya.

Melihat hal itu Tan Malaka mempunyai niat untuk mendirikan sekolah-sekolah sebagai anak-anak anggota SI untuk penciptaan kader-kader baru. Juga dengan alasan pertama: memberi banyak jalan (kepada para murid) untuk mendapatkan mata pencaharian di dunia kapitalis (berhitung, menulis, membaca, ilmu bumi, bahasa Belanda, Melayu, Jawa dan lain-lain); kedua, memberikan kebebasan kepada murid untuk mengikuti kegemaran (hobby) mereka dalam bentuk perkumpulan-perkumpulan; ketiga, untuk memperbaiki nasib kaum kromo (lemah/miskin). Untuk mendirikan sekolah itu, ruang rapat SI Semarang diubah menjadi sekolah. Dan sekolah itu bertumbuh sangat cepat hingga sekolah itu semakin lama semakin besar.

Perjaungan Tan Malaka tidaklah hanya sebatas pada usaha mencerdaskan rakyat Indonesia pada saat itu, tapi juga pada gerakan-gerakan dalam melawan ketidakadilan seperti yang dilakukan para buruh terhadap pemerintahan Hindia Belanda lewat VSTP dan aksi-aksi pemogokan, disertai selebaran-selebaran sebagai alat propaganda yang ditujukan kepada rakyat agar rakyat dapat melihat adanya ketidakadilan yang diterima oleh kaum buruh.

Seperti dikatakan Tan Malaka pad apidatonya di depan para buruh “Semua gerakan buruh untuk mengeluarkan suatu pemogokan umum sebagai pernyataan simpati, apabila nanti menglami kegagalan maka pegawai yang akan diberhentikan akan didorongnya untuk berjuang dengan gigih dalam pergerakan revolusioner”.

Pergulatan Tan Malaka dengan partai komunis di dunia sangatlah jelas. Ia tidak hanya mempunyai hak untuk memberi usul-usul dan dan mengadakan kritik tetapi juga hak untuk mengucapkan vetonya atas aksi-aksi yang dilakukan partai komunis di daerah kerjanya. Tan Malaka juga harus mengadakan pengawasan supaya anggaran dasar, program dan taktik dari Komintern (Komunis Internasional) dan Profintern seperti yang telah ditentukan di kongres-kongres Moskow diikuti oleh kaum komunis dunia. Dengan demikian tanggung-jawabnya sebagai wakil Komintern lebih berat dari keanggotaannya di PKI.

Sebagai seorang pemimpin yang masih sangat muda ia meletakkan tanggung jawab yang saangat berat pada pundaknya. Tan Malaka dan sebagian kawan-kawannya memisahkan diri dan kemudian memutuskan hubungan dengan PKI, Sardjono-Alimin-Musso. Pemberontakan 1926 yang direkayasa dari Keputusan Prambanan yang berakibat bunuh diri bagi perjuangan nasional rakyat Indonesia melawan penjajah waktu itu. Pemberontakan 1926 hanya merupakan gejolak kerusuhan dan keributan kecil di beberapa daerah di Indonesia. Maka dengan mudah dalam waktu singkat pihak penjajah Belanda dapat mengakhirinya. Akibatnya ribuan pejuang politik ditangkap dan ditahan. Ada yang disiksa, ada yang dibunuh dan banyak yang dibuang ke Boven Digul Irian Jaya. Peristiwa ini dijadikan dalih oleh Belanda untuk menangkap, menahan dan membuang setiap orang yang melawan mereka, sekalipun bukan PKI. Maka perjaungan nasional mendapat pukulan yang sangat berat dan mengalami kemunduran besar serta lumpuh selama bertahun-tahun.

Tan Malaka yang berada di luar negeri pada waktu itu, berkumpul dengan beberapa temannya di Bangkok. Di ibukota Thailand itu, bersama Soebakat dan Djamaludddin Tamin, Juni 1927 Tan Malaka memproklamasikan berdirinya Partai Republik Indonesia (PARI). Dua tahun sebelumnya Tan Malaka telah menulis “Menuju Republik Indonesia”. Itu ditunjukkan kepada para pejuang intelektual di Indonesia dan di negeri Belanda. Terbitnya buku itu pertama kali di Kowloon, Cina, April 1925. Prof. Moh. Yamin sejarawan dan pakar hukum kenamaan kita, dalam karya tulisnya “Tan Malaka Bapak Republik Indonesia” memberi komentar: “Tak ubahnya daripada Jefferson Washington merancangkan Republik Amerika Serikat sebelum kemerdekaannya tercapai atau Rizal Bonifacio meramalkan Philippina sebelum revolusi Philippina pecah….”

Ciri khas gagasan Tan Malaka adalah: (1) Dibentuk dengan cara berpikir ilmiah berdasarkan ilmu bukti, (2) Bersifat Indonesia sentris, (3) Futuristik dan (4) Mandiri, konsekwen serta konsisten. Tan Malaka menuangkan gagasan-gagasannya ke dalam sekitar 27 buku, brosur dan ratusan artikel di berbagai surat kabar terbitan Hindia Belanda. Karya besarnya “MADILOG” mengajak dan memperkenalkan kepada bangsa Indonesia cara berpikir ilmiah bukan berpikir secara kaji atau hafalan, bukan secara “Text book thinking”, atau bukan dogmatis dan bukan doktriner.

Madilog merupakan istilah baru dalam cara berpikir, dengan menghubungkan ilmu bukti serta mengembangkan dengan jalan dan metode yang sesuai dengan akar dan urat kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia. Bukti adalah fakta dan fakta adalah lantainya ilmu bukti. Bagi filsafat, idealisme yang pokok dan pertama adalah budi (mind), kesatuan, pikiran dan penginderaan. Filsafat materialisme menganggap alam, benda dan realita nyata obyektif sekeliling sebagai yang ada, yang pokok dan yang pertama.

Bagi Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika) yang pokok dan pertama adalah bukti, walau belum dapat diterangkan secara rasional dan logika tapi jika fakta sebagai landasan ilmu bukti itu ada secara konkrit, sekalipun ilmu pengetahuan secara rasional belum dapat menjelaskannya dan belum dapat menjawab apa, mengapa dan bagaimana.

Semua karya Tan Malaka danpermasalahannya dimulai dengan Indonesia. Konkritnya rakyat Indonesia, situasi dan kondisi nusantara serta kebudayaan, sejarah lalu diakhiri dengan bagaimana mengarahkan pemecahan masalahnya. Cara tradisi nyata bangsa Indonesia dengan latar belakang sejarahnya bukanlah cara berpikir yang “text book thinking” dan untuk mencapai Republik Indonesia sudah dicetuskan sejak tahun 1925 lewat “Naar de Republiek Indonesia”.

Jika kita membaca karya-karya Tan Malaka yang meliputi semua bidang kemasyarakatan, kenegaraan, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan sampai kemiliteran (“Gerpolek”-Gerilya-Politik dan Ekonomi, 1948), maka akan kita temukan benang putih keilmiahan dan keIndonesiaan serta benang merah kemandirian, sikap konsekwen dan konsisten yang direnda jelas dalam gagasan-gagasan serta perjuangan implementasinya.

Peristiwa 3 Juli 1946 yang didahului dengan penangkapan dan penahanan Tan Malaka bersama pimpinan Persatuan Perjuangan, di dalam penjara tanpa pernah diadili selama dua setengah tahun. Setelah meletus pemberontakan FDR/PKI di Madiun, September 1948 dengan pimpinan Musso dan Amir Syarifuddin, Tan Malaka dikeluarkan begitu saja dari penjara akibat peristiwa itu.

Di luar, setelah mengevaluasi situasi yang amat parah bagi republik Indonesia akibat Perjanjian Linggarjati 1947 dan Renville 1948, yang merupakan buah dari hasil diplomasi Syahrir dan Perdana Menteri Amir Syarifuddin, Tan Malaka merintis pembentukan Partai MURBA, 7 November 1948 di Yogyakarta. Dan pada tahun 1949 tepatnya bulan Februari Tan Malaka gugur, hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya di tengah-tengah perjuangan “Gerilya Pembela Proklamasi” di Pethok, Kediri, Jawa Timur.

Namun berdasarkan keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Sukarno 28 Maret 1963 menetapkan bahwa Tan Malaka adalah seorang pahlawan kemerdekaan Nasional.

BERGELAP-GELAPLAH DALAM TERANG, BERTERANG-TERANGLAH DALAM GELAP ! (TAN MALAKA)

Harga BBM Turun

Pemerintah Diminta Terbuka Menyampaikan Perhitungan


Jakarta, Pemerintah diminta untuk menyosialisasikan hitungan penetapan harga bahan bakar minyak bersubsidi agar tidak terjadi simpang siur pendapat yang menyesatkan. Berdasarkan perhitungan berbagai pihak, pemerintah sebenarnya menikmati keuntungan dari harga premium dan solar saat ini.
Hal itu disampaikan Komisi VII DPR dalam rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Senin (15/12).
Pemerintah secara mendadak mengumumkan penurunan harga premium dan solar per 15 Desember 2008 hanya selang dua minggu setelah pemerintah menurunkan harga premium.
Pada 1 Desember, harga premium turun dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter. Tanggal 15 Desember turun lagi menjadi Rp 5.000 per liter.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Tjatur Sapto Edy, menghitung, pemerintah mengantongi keuntungan Rp 570 miliar dari penjualan premium subsidi sepanjang November lalu.
Perhitungan itu didasarkan pada harga keekonomian sebenarnya premium pada bulan itu Rp 4.675 per liter atau ada selisih Rp 782 per liter dengan harga jual eceran premium yang pada waktu itu ditetapkan Rp 5.500 per liter.
Potensi keuntungan pemerintah dari selisih harga jual premium ke masyarakat pada bulan Desember 2008-Januari 2009 diperkirakan jauh lebih besar.
Dengan rata-rata harga mean of platts Singapore (MOPS) premium yang menjadi acuan 91,87 sen dollar AS per galon, harga keekonomian bensin sebenarnya hanya Rp 4.250 per liter.
... 
Dengan perkiraan konsumsi premium selama satu bulan 1,62 juta kiloliter, pada harga jual Rp 5.000 per liter, negara mengantongi keuntungan Rp 1,944 triliun. ”Premium itu masih termasuk dalam bahan bakar tertentu yang masuk subsidi. Kalau begini caranya, kan sama saja pemerintah sekadar jualan. Apa iya dibenarkan?” ujar Tjatur.
Gugatan atas penetapan harga BBM juga disampaikan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Partai oposisi ini menangkap ada ketidakjujuran dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dalam keputusan untuk menurunkan harga premium dari Rp 5.500 menjadi Rp 5.000 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 4.800 per liter.
Berdasarkan data yang diperoleh Fraksi PDI-P dari berbagai sumber, termasuk Pertamina, harga premium seharusnya dapat ditekan hingga Rp 3.570 per liter. ”Kok tega-teganya pemerintah mengambil keuntungan di tengah kondisi masyarakat yang sulit,” kata Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo dalam konferensi pers di Gedung DPR, kemarin.
Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa mengatakan, pada posisi harga minyak mentah Indonesia 40 dollar AS per barel dan harga premium Rp 5.000 per liter, pemerintah bakal menikmati surplus dari penjualan BBM bersubsidi Rp 8 triliun. ”Bahkan, kalau harga premium dikembalikan ke Rp 4.500 per liter, dalam kondisi harga minyak sekarang ini pun pemerintah masih mengantongi keuntungan Rp 270 miliar,” kata Suharso.
Ia menilai apabila pemerintah mau terbuka dengan perhitungan harga BBM, hal itu akan lebih baik untuk masyarakat. ”Kalau hitungan itu terbuka, kan, bagus. Jadi kami bisa mengerti kalau ada penghematan yang bisa dialokasikan untuk pos lain atau ada pertimbangan lain pemerintah dalam menetapkan harga. Pengusaha SPBU juga bisa membuat perkiraan untuk menghindari kerugian,” paparnya.

Pertimbangan pemerintah

Menanggapi permintaan DPR, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro hanya menyampaikan secara garis besar ada lima pertimbangan pemerintah dalam menetapkan harga BBM. Pertimbangan itu mencakup harga minyak, kurs rupiah, kemampuan anggaran pemerintah, daya beli masyarakat, dan kondisi sektor riil.
”Kalau mau melihat harga keekonomian BBM, lihat saja harga jual BBM industri yang dikeluarkan Pertamina. Kalau membandingkan dengan itu, harga premium industri masih jauh di atas harga transportasi,” katanya.
Purnomo mengatakan, pemerintah akan terus mengamati perkembangan harga. Penyesuaian harga akan dilakukan setiap bulan. Pemerintah menurunkan lagi harga premium karena harga minyak mentah di pasar internasional sudah turun.
Harga premium yang setelah turun menjadi Rp 5.000 per liter diakui Purnomo tetap masuk ke harga keekonomian. Artinya, pemerintah tidak lagi menyubsidi.
”Sebenarnya harga premium di pasar internasional saat ini sedang mengalami anomali karena lebih tinggi dari harga minyak mentahnya. Tetapi karena harga minyaknya anjlok, pemerintah putuskan, ya, kita turunkan saja dulu,” kata Purnomo.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo mengemukakan, pemerintah sedang mengkaji rencana membatasi peruntukan premium bersubsidi pada tahun 2010, yakni hanya untuk angkutan umum dan sepeda motor.
Pembatasan penggunaan premium bersubsidi itu bertujuan mengurangi anggaran subsidi BBM. ”Pembatasan penggunaan premium bersubsidi masih dikaji dan penerapannya sangat bergantung pada situasi perekonomian nasional,” katanya.
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh mengemukakan, penurunan harga premium dan solar saat ini sudah sewajarnya diikuti dengan penurunan tarif transportasi dan proses produksi yang menggunakan komponen BBM.
Namun, Ketua Organda Rudy Thehamihardja menegaskan, tarif angkutan sulit turun. Hal yang sama berlaku untuk angkutan penyeberangan.
Kepala Badan Pengawas Kegiatan Hilir (BPH) Migas Tubagus Haryono mengatakan, pemerintah telah menyiapkan penunjukan langsung pendistribusian BBM bersubsidi untuk tahun depan. Dengan sistem baru ini, BPH Migas dimungkinkan mendistribusikan BBM tanpa melalui stasiun pengisian bahan bakar untuk umum.